Saturday, October 20, 2007

DO’AKU DILALAP SEPI

by Yophie Tiara

Seperti kemarin;
- masih terus kuingkari
bahwasanya jiwaku tak kunjung henti
mencari atas kuasa diri -

Aku sadar, tentunya
matahari dan bulan sepotong itu
tidakkah berjalan atas kemauannya sendiri
tapi satu kebulatan penuh lagi utuh
yang asik menyelaraskan hakiki

Mungkin aku saja yang malu mengaca diri
kemudian menemukan wajahku retak
dalam kepingin tak menentu
seperti rinduku yang belum jua rampung

Aku mengerti dengan sebaik-baiknya itu
aku rindu….mau…..
dan juga jemu
berperang antara rindu dan malu
bahkan takut dengan jemuku sendiri

Seperti kemarin;
- kurasa doa hanya sia-sia
manakala mendapati seluruh hidup
hanya berupa kepenatan semata
sebab dosa tak jua beranjak sepi –

Bolehkah aku pulang saat ini, Tuhan?

Pontianak, 5 Juli 1997

0 comments: